Rabu, 22 Mei 2013

cara mengatasi masalah dalam keluarga serta solusinya

Dalam kehidupan rumah tangga tidak selamanya berjalan mulus. Sesekali, pasti ada saja gelombang yang menerpa. Nah, seberapa besar masalah yang datang, semua tergantung bagaimana Anda dan suami menyikapinya.

Persoalan dalam rumah tangga yang menjadi sumber konflik, bisa disebabkan oleh banyak hal. Bahkan, masalah yang seharusnya tidak diributkan pun bisa menjadi persoalan besar yang tak kunjung selesai. Namanya juga menyatukan dua kepribadian, pasti tak gampang. Yang penting adalah, bagaimana Anda menjadikan perbedaan itu menjadi sesuatu yang indah. Di bawah ini ada 8 sumber konflik yang perlu diketahui pasangan dan bagaimana menyelesaikannya:

SEKS
Masalah yang satu ini seringkali menjadi sumber keributan suami-istri. Biasanya yang sering komplain adalah pihak suami yang tak puas dengan layanan istri. Suami seperti ini umumnya memang egois dan tidak mau tahu. Padahal, banyak hal yang menyebabkan istri bersikap seperti itu. Bisa karena letih, stres ataupun hamil.
Solusi
Istri atau suami yang punya masalah dengan hubungan seks dengan pasangan, sebaiknya berterus-terang. Ini dimaksudkan agar pasangan tidak curiga dan menuduh yang macam-macam. Ungkapkan saja keadaan Anda, dan mengapa gairah seks Anda menurun. Suami atau istri yang baik pasti memahami kondisi tersebut dan tidak akan banyak menuntut, dan mencari jalan keluar yang menguntungkan ke dua belah pihak.


Masalah ekonomi. Masalah ini adalah masalah yang paling sering muncul dan menjadi momok dalam keluarga. Tidak sedikit keluarga yang tercerai berai hanya karena permasalahan ekonomi. Sumber permasalahan muncul karena pendapatan keluarga yang tidak mencukupi untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari ataupun juga karena keluarga itu terlalu memaksakan gaya hidup yang tidak sesuai dengan kemampuan mereka.atau penghasilan yang tidak seimbang dll
Solusinya :
Walaupun penghasilan Anda lebih besar dari suami, cobalah untuk bersikap bijaksana dan tetap menghormatinya. Hargai berapa pun penghasilannya, sekalipun secara nominal memang sedikit. Pasalnya, jika Anda terus menerus mempersoalkan penghasilan suami, persoalan bisa malah semakin besar.

Masalah komunikasi. Ini adalah dasar dari banyaknya masalah yang mucucl dalam keluarga. Tidak lancarnya komunikasi antar anggota keluarga menyebabkan banyak hal yang tidak terungkapkan.  Hal ini terutama berpengaruh pada anak dan remaja yang tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan permasalah yang mereka hadapi dan pada akhirnya melarikan diri ke hal-hal yang terlarang

Solusi
Sesibuk apapun Anda dan suami, tetapkan untuk berkomitmen bahwa kebersamaan dengan keluarga adalah hal yang utama. Artinya, harus ada waktu untuk keluarga. Misalnya sarapan dan makan malam bersama. Demikian juga dengan hari libur. Usahakan untuk menikmatinya bersama keluarga. Jadi, walaupun Anda dan suami bekerja seharian di luar rumah, namun keluarga tidak terbengkalai. Waktu untuk keluarga dan karier harus seimbang. Anda dan suami harus pintar membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga.


RAGAM PERBEDAAN
Menyatukan dua hati, berarti menyatukan dua kepribadian dan selera yang juga berbeda. Misalnya suami seorang yang pendiam, sementara istri cerewet dan meledak-ledak emosinya. Suami senang makanan manis, istri senang makanan yang serba pedas. Nah, kedua pribadi ini bila disatukan biasanya tidak nyambung, belum lagi soal hobi atau kesenangan. Suami hobi berlibur ke pantai, sementara istri lebih suka berlibur di tempat yang ramai. Masing-masing tidak ada yang mau ngalah, akhirnya ribut juga.
Solusi
Perbedaan-perbedaan ini akan terus ada, meski umur pernikahan sudah puluhan tahun. Namanya saja menyatukan dua kepribadian. Jadi, kunci untuk mengatasi perbedaan ini adalah saling menerima dan mengisi.
Kalau suami Anda seorang yang pendiam diimbangi dengan jangan terlalu cerewet. Begitupun soal kesenangan. Tak ada salahnya mengikuti kesenangannya berlibur ke pantai. Mencoba sesuatu yang baru itu indah, selain menghindari pertengkaran, Anda juga mendapatkan pengalaman baru.


Masalah sosial. Permasalahan sosial meliputi banyak aspek dalam kehidupan keluarga. Ketidakharmonisan keluarga atau pertengkaran yang sering terjadi merupakan hal yang menjadi ciri masalah sosial. Perbedaan sudut pandang antara kedua orang tua dalam membesarkan anak juga bisa menjadi masalah bila tidak disikapi dengan bijak.

ANAK
Ketidakhadiran anak di tengah-tengah keluarga juga sering menimbulkan konflik berkepanjangan antara suami-istri. Apalagi jika suami selalu menyalahkan isri sebagai pihak yang mandul. Padahal, butuh pembuktian medis untuk menentukan apakah seseorang memang mandul atau tidak.
Daripada membiarkan masalah tersebut berlarut terus-menerus, lebih baik bicarakan dengan suami. Ajaklah suami untuk bersama memeriksakan ke dokter. Jika dokter mengatakan bahwa Anda dan suami sehat, berarti kesabaran Anda dan pasangan tengah diuji oleh yang Maha Kuasa. Namun, bila memang sudah bertahun-tahun kehadiran si kecil belum datang juga, Anda dan suami bisa menempuh cara lain, misalnya dengan adopsi anak.

KEHADIRAN PIHAK LAIN
Kehadiran orang ketiga, misalnya adik ipar ataupun famili yang lain, keluarga kadangkala juga bisa menjadi sumber konflik dalam rumahtangga. Hal sepele yang seharusnya tidak diributkan bisa berubah menjadi masalah besar. Misalnya soal pemberian uang saku kepada adik ipar oleh suami yang tidak transparan.
Solusi
Keterbukaan adalah soal yang utama. Sebelum Anda dan suami memberikan bantuan, baik ke pihak Anda ataupun suami, sebaiknya terlebih dulu dibicarakan, berapa dana yang akan dikeluarkan, dan siapa saja yang bisa dibantu. Dan ini harus atas dasar kesepakatan bersama. Agar jangan saling curiga, adakan sistem silang.
Artinya, untuk bantuan kepada keluarga Anda, suami-lah yang memberikan, demikian juga sebaliknya. Dengan demikian, semuanya akan transparan dan tidak ada lagi jalan belakang.

KEYAKINAN
Biasanya, pasangan yang sudah berikrar untuk bersatu sehidup-semati tidak mempersoalkan masalah keyakinan yang berbeda antar mereka. Namun, persoalan biasanya akan timbul manakala mereka mulai menjalani kehidupan berumahtangga. Mereka baru sadar bahwa perbedaan tersebut sulit disatukan. Masing-masing membenarkan keyakinannya dan berusaha untuk menarik pasangannya agar mengikutinya. Meski tak selalu, hal ini seringkali terjadi pada pasangan suami-istri yang berbeda keyakinan, sehingga keributan pun tak dapat terhindarkan.
Solusi
Kondisi di atas akan menjadi konflik yang berkepanjangan bila masing-masing pihak tidak memiliki toleransi. Biasanya, pasangan yang berbeda keyakinan, sebelum menikah, sepakat untuk saling menghargai keyakinan pasangannya dan membuat kesepakatan tentang anak-anak harus mengikuti keyakinan siapa. Nah, tetaplah pegang janji itu, dan cobalah untuk saling menghargai. Kalaupun di tengah jalan Anda atau pasangan sepakat untuk memilih satu keyakinan saja, sebaiknya ini bukan karena unsur paksaan.

 MERTUA
Kehadiran mertua yang terlalu ikut campur dalam urusan rumahtangga anak dan menantunya seringkali menjadi sumber konflik.
Solusi
Timbul rasa kesal boleh-boleh saja, namun tetap harus terkendali. Bila Anda tidak berkenan dengan komentar ataupun teguran dari mertua, jangan langsung mengekspresikannya di depan mertua. Cobalah berpikir tenang, ajaklah suami bertukar pikiran untuk mengatasi konflik Anda dengan orangtua. Ingat, segala sesuatu, jika diselesaikan dengan pikiran tenang, hasilnya akan baik.

cara mengatasi masalah ekonomi mikro dan makro

Permasalahan Ekonomi Mikro & Makro Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia di dalam memenuhi kebutuhannya yang relatif tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas dan masing-masing sumber daya mempunyai alternatif penggunaan (opportunity cost). Secara garis besar ilmu ekonomi dapat dipisahkan menjadi dua yaitu ilmu ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro.

1. Ekonomi Makro Ilmu ekonomi makro mempelajari variabel-variabel ekonomi secara agregat (keseluruhan). Variabel-variabel tersebut antara lain : pendapatan nasional, kesempatan kerja dan atau pengangguran, jumlah uang beredar, laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun neraca pembayaran internasional. Ilmu ekonomi makro mempelajari masalah-masalah ekonomi utama sebagai berikut : • Sejauh mana berbagai sumber daya telah dimanfaatkan di dalam kegiatan ekonomi. Apabila seluruh sumber daya telah dimanfaatkan keadaan ini disebut full employment. Sebaliknya bila masih ada sumber daya yang belum dimanfaatkan berarti perekonomian dalam keadaan under employment atau terdapat pengangguran/belum berada pada posisi kesempatan kerja penuh.

• Sejauh mana perekonomian dalam keadaan stabil khususnya stabilitas di bidang moneter. Apabila nilai uang cenderung menurun dalam jangka panjang berarti terjadi inflasi. Sebaliknya terjadi deflasi.

• Sejauh mana perekonomian mengalami pertumbuhan dan pertumbuhan tersebut disertai dengan distribusi pendapatan yang membaik antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan dalam distribusi pendapatan terdapat trade off maksudnya bila yang satu membaik yang lainnya cenderung memburuk.

2. Ekonomi Mikro Sementara ilmu ekonomi mikro mempelajari variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan, rumah tangga. Dalam ekonomi mikro ini dipelajari tentang bagaimana individu menggunakan sumber daya yang dimilikinya sehingga tercapai tingkat kepuasan yang optimum. Secara teori, tiap individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi yang optimum bersama dengan individu-individu lain akan menciptakan keseimbangan dalam skala makro dengan asumsi ceteris paribus. Perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro Dilihat dari Ekonomi Mikro Ekonomi Makro Harga Harga ialah nilai dari suatu komoditas (barang tertentu saja) Harga adalah nilai dari komoditas secara agregat (keseluruhan) Unit analisis Pembahasan tentang kegiatan ekonomi secara individual.

 Contohnya permintaan dan dan penawaran, perilaku konsumen, perilaku produsen, pasar, penerimaan, biaya dan laba atau rugi perusahaan Pembahasan tentang kegiatan ekonomisecara keseluruhan. Contohnya pendapatan nasional, pertumbu8han ekonomi, inflasi, pengangguran, investasi dan kebijakan ekonomi. Tujuan analisis Lebih memfokuskan pada analisis tentang cara mengalokasikan sumber daya agar dapat dicapai kombinasi yang tepat.

 Lebih memfokuskan pada analisis tentang pengaruh kegiatan ekonomi terhadap perekonomian secara keseluruhan Masalah-masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi

 1. Masalah kemiskinan Upaua penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan melalui berbagai cara, misalnya program IDT (Inpres Desa Tertinggal), KUK (Kredit Usaha Kecil), KMKP (Kredit Modal Kerja Permanen) PKT (Program Kawasan Terpadu), GN-OTA dan program wajib belajar.

2. Masalah Keterbelangkangan Masalah yang dihadapi adalah rerndahnya tingkat pendapatan dan pemerataannya, rendahnya pelayanan kesehatan, kurang terpeliharanya fasilitas umum, rendahnya tingkat disiplin masyarakat, renddahnya tingkat keterampilan, rendahnya tingkat pendidikan formal, kurangnya modal, produktivitas kerja, lemahnya manajemen usaha. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah berupaya meningkatkan kualitas SDM, pertukranan ahli, transper teknologi dari Negara maju.

3. Masalah pengangguran dan kesempatan kerja Masalah pengangguran timbul karena terjadinya ketimpangan antara jumlah angkatan kerja dan kesempatan kerja yang tersedia. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah melakukan pelatihan bagi tenaga kerja sehingga tenaga kerja memeiliki keahlian sesuai dengan lapangan kerja yang tersedia, pembukaan investasi baru, terutama yang bersifat padat karya, pemberian informasi yang cepat mengenai lapangan kerja

 4. Masalah kekurangan modal Kekurangan modal adalah suatu cirri penting setiap Negara yang memulai proses pembangunan. Kekurangan modal disebabkan tingkat pendapatan masyarakat yang rendah yang menyebabkan tabungan dan tingkat pembentukan modal sedikit.
Cara mengatasinya semuanya adalh  melaui peningkatan kualitas SDM atau peningkatan investasi menjadi lebih produktif. 

Peran dan Fungsi Pemerintah di Bidang Ekonomi untuk mengatasi masalah tersebut ;

 1. Fungsi stabilisasi, yaitu fungsi pemerintah dalam menciptakan kestabilan ekonomi, sosial politik, hokum, pertahanan dan keamanan.

 2. Fungsi alokasi, yaitu fungsi pemerintah sebagai penyedia barang dan jasa public, seperti pembangunan jalan raya, gedung sekolah, penyediaan fasilitas penerangan, dan telepon.

3. Fungsi distribusi, yaitu fungsi pemerintah dalam pemerataan atau distribusi pendapatan masyarakat.

baru baru ini sby berupa mengatasi masalah ekonomi diindonesia baik di pandang dari segi mikro dan makronya ..bagaimanakah kebijaknay untuk mengatasinya tersebut .simak di bawa ini :


BEBERAPA SOLUSI MENGATASI KRISIS EKONOMI GLOBAL OLEH PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA

  •  Pertama, Presiden mengajak semua pihak dalam menghadapi krisis global harus terus memupuk rasa optimisme dan saling bekerjasama sehingga bisa tetap menjagar kepercayaan masyarakat.
  • Kedua, pertumbuhan ekonomi sebesar enam persen harus terus dipertahankan antara lain dengan terus mencari peluang ekspor dan investasi serta mengembangkan perekonomian domestik.
  • Ketiga adalah optimalisasi APBN 2009 untuk terus memacu pertumbuhan dengan tetap memperhatikan `social safety net` dengan sejumlah hal yang harus diperhatikan yaitu infrastruktur, alokasi penanganan kemiskinan, ketersediaan listrik serta pangan dan BBM.
  • Untuk itu perlu dilakukan efisiensi penggunaan anggaran APBN maupun APBD khususnya untuk peruntukan konsumtif.
  • Keempat, ajakan pada kalangan dunia usaha untuk tetap mendorong sektor riil dapat bergerak. Bila itu dapat dilakukan maka pajak dan penerimaan negara bisa terjaga dan juga tenaga kerja dapat terjaga. Sementara Bank Indonesia dan perbankan nasional harus membangun sistem agar kredit bisa mendorong sektor riil. Di samping itu, masih menurut Kepala Negara, pemerintah akan menjalankan kewajibannya untuk memberikan insentif dan kemudahan secara proporsional.
  • Kelima, semua pihak lebih kreatif menangkap peluang di masa krisis antara lain dengan mengembangkan pasar di negara-negara tetangga di kawasan Asia yang tidak secara langsung terkena pengaruh krisis keuangan AS.
  • Keenam, menggalakkan kembali penggunaan produk dalam negeri sehingga pasar domestik akan bertambah kuat.
  • Ketujuh, perlunya penguatan kerjasama lintas sektor antara pemerintah, Bank Indonesia, dunia perbankan serta sektor swasta.
  • Kedelapan, semua kalangan diharapkan untuk menghindari sikap ego-sentris dan memandang remeh masalah yang dihadapi.
  • Kesembilan, mengingat tahun 2009 merupakan tahun politik dan tahun pemilu, kaitannya dengan upaya menghadapi krisis keuangan AS adalah memiliki pandangan politik yang non partisan, serta mengedepankan kepentingan rakyat di atas kepentingan golongan maupun pribadi termasuk dalam kebijakan-kebijakan politik.
  • Kesepuluh, Presiden meminta semua pihak melakukan komunikasi yang tepat dan baik pada masyarakat. Tak hanya pemerintah dan kalangan pengusaha, serta perbankan, Kepala Negara juga memandang peran pers dalam hal ini sangat penting karena memiliki akses informasi pada masyarakat.

cara mengatasi masalah keuangan dalam rumah tangga

Tidak dapat dipungkiri, uang merupakan ‘alat’ yang amat penting untuk melanjutkan kehidupan. Seawal pagi lagi, kita sudah menggunakan uang. Selama perjalanan menuju ke tempat kerja, kita membelanjakan uang untuk membeli sarapan, mengisi minyak kendaraan, membayar tol dan berbagai aktifitas transaksi. Pada akhir pekan pula, kita akan membelanjakan uang untuk berbelanja dan makan bersama keluarga di restoran. Lihatlah, saban hari kita pasti menggunakan catatan kertas atau langit-langit ini. Karena itu, kita perlu mengambil tahu cara-cara untuk mengelola keuangan.

Apakah 5 penyebab utama masalah keuangan ini?

(1) Tidak ada penyimpanan darurat
Penyimpanan darurat adalah hal penting dalam kehidupan Anda. Ini karena, Anda tidak dapat memprediksi apa yang akan terjadi pada masa depan. Mungkin Anda ataupun anggota keluarga Anda akan ditimpa penyakit atau kecelakaan. Saya mendoakan Anda dan keluarga sehat sejahtera.

Namun, jika Anda memiliki penyimpanan khusus untuk hal darurat, setidaknya beban yang ditanggung tidak terlalu berat. Ia juga dapat memberikan ruang dan pilihan untuk Anda memikirkan tindakan terbaik yang Anda perlu lakukan.

Satu cara yang terbaik adalah dengan membeli asuransi kesehatan. Banyak orang yang kurang peka terhadap pentingnya asuransi kesehatan ini. Tidak rugi Anda membuat persiapan awal dengan membeli asuransi kesehatan. Asuransi kesehatan tidak hanya dapat membayar tagihan medis dan pembedahan, bahkan Anda juga bisa menggunakannya untuk menolak pajak tahunan dari Lembaga Hasil Dalam Negeri (LHDN).

(2) Tidak dapat membedakan antara keinginan dan kebutuhan
Ini juga satu penyebab utama yang menyebabkan Anda mengalami masalah keuangan. Hampir lebih 60% pembeli mengatakan bahwa mereka membeli sesuai keinginan dan bukan kebutuhan. Anda harus bijak dalam merencanakan pengeluaran agar tidak akan membahayakan diri sendiri di masa depan.

Satu tips yang baik adalah dengan membuat daftar barang-barang yang Anda mau beli. Kemudian, Anda tanyakan pada diri, apakah ini kebutuhan atau keinginan?

Kebutuhan adalah atas benda yang Anda benar-benar perlu untuk memastikan kelangsungan kerja atau tujuan kerja Anda tercapai. Misalnya seperti laptop untuk seorang pelajar. Laptop sangat penting untuk memastikan semua tugas yang diberikan oleh dosen dapat dilaksanakan dengan baik dan dikirim sesuai waktu yang telah ditetapkan.

Keinginan adalah benda-benda yang tanpanya Anda masih bisa bekerja dan melanjutkan hidup seperti biasa. Misalnya, membeli sesuatu karena mementingkan merek. Sedangkan, masih ada produk yang mampu milik, berkualitas dan mampu membantu Anda untuk mencapai sesuatu tujuan. Istilah ‘biar papa asal bergaya’ tidak seharusnya digunakan.

(3) Tidak mengetahui aliran uang keluar
Sebaiknya, Anda perlu mengetahui setiap aliran uang yang telah Anda belanjakan. Ini adalah untuk memudahkan Anda melakukan perencanaan terhadap pengeluaran yang ingin dilakukan.

Kebanyakan dari kita menggunakan ponsel pintar saat ini, tidak diperhatikan apakah menggunakan platform Android atau Apple. Anda dapat menemukan aplikasi-aplikasi manajemen keuangan seperti ‘HomeBudget’, ‘Piggie’ dan lain-lain. Aplikasi seperti dapat membantu Anda mengidentifikasi aliran uang masuk dan keluar pada setiap hari. Pada setiap minggu dan bulan, Anda bisa mengetahui pola pengeluaran dan seterusnya mengelola pengeluaran dengan lebih baik.

Jika Anda tidak menggunakan ponsel pintar, Anda dapat berlangsung selama 5-10 menit setiap hari sebelum tidur untuk mencatat pengeluaran Anda. Percayalah, Anda akan lebih tenang untuk membelanjakan uang kelak.

(4) Citarasa melebihi kemampuan
Setiap pengeluaran yang dilakukan harus cocok dengan kemampuan Anda. Jangan terlalu mementingkan selera karena ia pasti akan membahayakan.

Dunia konsumerisme yang penuh dengan iklan-iklan di televisi, surat kabar dan berbagai lagi medium pemasaran, menyebabkan para pengguna berlomba-lomba untuk membeli barang bermerek. Jika ada yang menegur-”Wah, kamu mengendarai mobil BMW. Kayanya.”-Pasti timbul perasaan bangga karena orang memuji kita kaya.

Namun, kita perlu bertanya, apakah dengan memakai benda-benda berstatus tinggi ini bisa menyebabkan hati aku tenang? Mampukah aku tidur dengan lena? Jika Anda tenang, tidak terbelenggu dek masalah melunasi utang, itu pertanda kemampuan Anda mutlak. Jika sebaliknya, Anda harus mulai mengukur baju di badan sendiri. Bukankah hidup lebih tenang, jika hidup Anda tidak dibelenggu oleh hutang yang menimbun?

Sebagai renungan, jika kita benar-benar kaya, kita tidak perlu pamer atau mencanang kepada masyarakat bahwa kita kaya. Orang akan tahu dengan sendirinya bahwa kita kaya atau sebaliknya.

(5) Sulit menolak penawaran
Mungkin Anda bukan seorang yang boros, tetapi Anda adalah seorang yang sulit untuk menolak penawaran penjualan terutama dari penjual dikalangan teman atau anggota keluarga.

Anda harus paham, tujuan akhir seorang penjual adalah untuk memastikan barangannya terjual. Ada penjual yang tidak mempedulikan apa-apa alasan yang diberikan oleh pelanggan. Justru, Anda harus cerdas untuk mengontrol situasi ini agar tidak membebani Anda kelak. Berkatalah tidak pada tempatnya.

berikut beberapa tips cara mengatasi nya ; 
1.Pahami portfolio keuangan keluarga Anda. Jangan sampai Anda tak tahu isi tabungan, jumlah tagihan listrik, telepon, servis mobil, belanja, biaya periksa dokter dan lainnya. Anda harus tahu berapa hutang kartu kredit, pinjaman bank atau cicilan rumah dan mobil.

2.Susun rencana keuangan atau anggaran. Rencana keuangan yang realistis membantu Anda bersikap obyektif soal pengeluaran yang berlebihan. Tak perlu terlalu ideal, sehingga lupa kebutuhan diri sendiri. Tak ada salahnya memasukkan kebutuhan pergi ke salon, spa atau clubbing. Yang penting, anggarkan jumlah yang realistis dan Anda pun harus patuh dengan anggaran tersebut.
3.Pikirkan lebih seksama pengertian antara “butuh” dan “ingin”. Tak jarang kita membelanjakan uang untuk hal yang tak terlalu penting atau hanya didorong keinginan, bukan kebutuhan. Buatlah daftar berupa tabel yang terdiri dari kolom untuk item belanja, kebutuhan dan keinginan. Setelah mengisi kolom item belanja, isilah kolom “kebutuhan” dan “keinginan” dengan tanda cek (V). Dari sini pertimbangkan dengan lebih matang, benda atau hal yang perlu Anda beli/penuhi atau tidak.

4.Hindari hutang. Godaan untuk hidup konsumtif semakin besar. Tapi bukan berarti dengan mudah Anda membeli berbagai benda secara kredit. Tumbuhkan kebiasaan keuangan yang sehat dimulai dari yang sederhana, seperti tak memiliki hutang konsumtif.
5.Meminimalkan belanja konsumtif. Bertemu teman lama untuk bertukar pikiran di kafe terkadang memang perlu, tapi tak berarti Anda harus melakukannya di setiap Jumat sore. Anda bisa gunakan pengeluaran ini untuk menabung atau memenuhi kebutuhan lain.

6.Tetapkan tujuan atau cita-cita finansial. Susun target keuangan yang ingin Anda raih secara berkala, bersama pasangan. Tetapkan tujuan spesifik, realistis, terukur dan dalam kurun waktu tertentu. Tujuan ini membantu Anda lebih fokus merancang keuangan. Misalnya, bercita-cita punya dana pendidikan prasekolah berstandar internasional dan sebagainya.

7.Menabung, menabung, menabung. Ubah kebiasaan dan pola pikir. Segera setelah menerima gaji, sisihkan untuk tabungan dalam jumlah yang telah Anda rencanakan sesuai tujuan atau cita-cita finansial keluarga Anda. Sebaiknya, Anda memiliki rekening terpisah untuk tabungan dan kebutuhan sehari-hari.
8.Berinvestasilah! 
Tentu Anda tak akan puas dengan hanya menunggu tabungan membumbung. Padahal cita-cita Anda untuk keluarga “selangit”. Inilah saat yang tepat untuk juga memikirkan investasi. Kini bentuknya macam-macam. Takut akan risiko investasi?! Tak perlu khawatir, Anda hanya perlu belajar pada ahlinya. Konsultasikan keuangan Anda dengan ahli keuangan yang handal!   

Entri yang Diunggulkan

cara mengatasi pikiran negatif terhadap pasangan

Positive Thinking kepada Pasangan Hendaknya kita selalu berpikir positif, melihat hal-hal kebaikan, sisi-sisi kelebihan dari pasangan, buk...