Selasa, 13 Agustus 2013

rambut rontok

jika Anda seorang wanita dan sedang mengalami kerontokan rambut, penyakit atau kondisi medis bisa memicunya. Kenali apa yang menyebabkan kerontokan rambut.

Jumlah wanita yang mengalami kerontokan rambut dan terancam kebotakan terus meningkat. Di Amerika Serikat saja diperkirakan 30 juta wanita mengalami penipisan rambut.

Masalah kerontokan rambut kini juga banyak diderita wanita muda. Tetapi, apa sebenarnya yang menyebabkan mahkota wanita itu mudah tercabut dari akarnya? Berikut adalah beberapa penyebab dan kondisi medis yang menyebabkannya.

- Siklus pertumbuhan rambut tak seimbang
Rambut tumbuh sekitar setengah inchi perbulan. Setiap rambut tumbuh dengan fase berbeda yang berlangsung antara 2-6 tahun. Fase ini termasuk periode tumbuh dan istirahat sebelum rontok dan folikel rambut menumbuhkan untaian rambut baru.

Tetapi ada sebagian wanita yang memiliki faktor genetik sehingga mereka lebih rentan mengalami kerontokan rambut akibat proses pertumbuhan rambut tidak normal. Gangguan ini disebabkan karena hormon androgen.

- Kehamilan dan persalinan
Banyak wanita yang mengalami kerontokan rambut sementara sekitar 3 bulan setelah melahirkan. Kondisi ini disebut juga dengan telogen effluvium. Rambut akan kembali ke kondisi normal beberapa bulan setelahnya.

- Gangguan hormonal
Jika tiroid Anda sangat aktif atau tidak aktif, rambut akan terkena dampaknya. Biasanya kerontokan rambut akan berhenti setalah gangguan tiroid teratasi. Rambut juga akan rontok jika terjadi gangguan hormon androgen dan estrogen.

- Obat-obatan
Beberapa jenis obat memiliki efek samping merontokkan rambut. Namun kondisi tersebut akan berakhir setelah pengobatan dihentikan. Jenis obat yang bisa menyebabkan kerontokan rambut antara lain pengencer darah, obat asam urat, obat kemoterapi, terlalu banyak vitamin A, kontrasepsi, dan obat antidepresan.

- Infeksi
Beberapa jenis infeksi, misalnya infeksi jamur di kulit kepala, juga akan menyebabkan kerontokan rambut pada anak-anak. Dengan obat antijamur kerontokan bisa dihentikan.

- Penyakit autoimun
Diantara penyakit lain, lupus atau diabetes merupakan penyebab kerontokan rambut pada wanita. Kerontokan rambut juga bisa menjadi gejala adanya penyakit.

- Kurang gizi
Diet terlalu ketat juga akan menyebabkan kerontokan rambut. Sayangnya mengembalikan pola makan menjadi sehat kembali tak cukup untuk menumbuhkan rambut, meski kerontokannya bisa dihentikan.
- Gangguan emosional Sebagian wanita mengalami kerontokan rambut saat menghadapi situasi traumatik atau emosional. Misalnya kematian anggota keluarga, perceraian, atau merawat keluarga yang sakit parah. - Menopause

Dari beberapa gejala menopause, kerontokan rambut adalah gejala yang paling sering dialami.
Rambut terlihat rontok sudah pasti bikin hati jadi resah. Sehabis keramas kita pasti cemas melihat rambut di saluran pembuangan air.

jangan pandik terhadap rambut rontok sperti yang di utarakan di bawah ini , hal ini masih wajar 
Sesungguhnya kita tak perlu bingung jika helaian-helaian rambut tersisa di kamar mandi atau tertinggal di bantal. "Sebagai panduan, kerontokan rambut adalah normal jika tak lebih dari 100 helai per hari. Di atas itu baru kita boleh khawatir," jelas tim dokter Ristra sebuah rumah kecantikan berbasis riset ilmiah yang diawasi oleh Dr. Retno Tranggono, SpKK.
Seumur hidup setiap hari kita mengalami kerontokan rambut kurang lebih antara 40 hingga 120 lembar. Ini normal karena kerontokan itu tergantikan. Sedangkan jumlah total rambut di kepala kita ada sekitar 100 ribu lembar.
Kerontokan total, menurut British Association of Dermatologist, bakal terjadi kalau kita mengalami kerontokan misalnya 100 lembar per hari selama 1000 hari tanpa pertumbuhan rambut kembali. Siklus pertumbuhan rambutlah yang menjaga ketebalan rambut kita. Inilah cara kerja alam merawat keindahan rambut kita.
Meski demikian, tak perlu panik bila ketika rambut yang tertinggal di sisir tampak menumpuk. Karena menurut Ristra, kerontokan rambut itu adalah hal normal. Rambut memiliki siklus pertumbuhan yang terbagi dalam 3 fase yaitu, pertumbuhan (anagen) yang lamanya berkisar 2 sampai 5 tahun, fase istirahat (katagen) yang lamanya 2 sampai 4 minggu dan fase kerontokan (telogen) yang lamanya 3 sampai 4 bulan.
Setelah fase itu selesai rambut baru mulai kembali fase pertumbuhan baru. "Rambut yang rontok itu hanya sampai pada umbi rambutnya saja sedangkan papil (bibit rambut) di bawahnya sudah membuat persiapan rambut baru sebagai gantinya," jelas tim dokter Ristra yang berhasil menumbuhkan kembali rambut penderita kanker ini.
Terkait #rambut rontok
Baca Juga
Jahe, Solusi Rambut Rontok
Batas Normal Kerontokan Rambut
Kembalikan Kesuburan Rambut dengan Cara Ini
Ini Cara Alexandra Asmasoebrata Mengatasi Rambut Rontok
Editor: Anita K Wardhani

sedikt tipss Cara Mudah Mengatasi Rambut Rontok

Keindahan rambut memang tidaklah ternilai harganya. Rambut merupakan mahkota paling indah yang dimiliki oleh manusia. Namun banyak sekali permasalahan yang terdapat pada rambut tersebut. Yang menjadi masalah paling gawat adalah ketika rambut mulai rontok satu persatu. Berikut ini cara mudah untuk mengatasi rambut rontok.

Antioksidan. Bungkus 2 kantong teh hijau yang masih panas lalu balurkan ke kulit kepala anda. Manfaat yang didapat ialah teh hijau sendiri dapat meningkatkan produktifitas rambut.
Jus Alami. Ambil jus jahe, jus bawang merah dan jus bawang putih lalu gosokkan pada kulit kepala anda. Biarkan semalaman.
Minyak panas. Canola atau biasa disebut kelapa dan zaitun dicampur lalu dipanaskan. Setelah hasil pemanasan langsung dioleskan ke kepala anda sambil dipijat perlahan-lahan.
Banyak yang berpendapat bahwa stress dan tegang merupakan faktor utama rambut bisa rontok. Untuk dapat mengatasinya bisa melakukan meditasi yang biasa dilihat di media televise atau internet.

lihat juga : http://caramengatasimasalahh.blogspot.com/2013/08/pencemaran-air-di-indonesia.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar