Kamis, 16 Januari 2014

masalah karburator banjir

Mengganti Karburator.
Ketidakpuasan akan performa thunder yang sebenarnya dirancang untuk hemat bahan bakar serta tahan digunakan hingga puluhan tahun membuat beberapa pengguna thunder 125 berinisiatif untuk mengganti karburator mereka dengan jenis yang lain.Hal ini setahu saya banyak direkomendasikan oleh para mekanik tanpa mencari tahu terlebih dahulu kebutuhan utama para pengguna thunder tersebut.Dari hasil survey saya beberapa waktu yang lalu dikalimantan timur ,banyak sekali para mekanik yang langsung memvonis bahwa thunder itu jelek , cepat rusak hanya karena persoalan karburator yang tidak mereka ketahui dengan baik. Akibatnya muncul anggapan dimasyarakat bahwa thunder jelek dan lain sebagainya.

Hal ini sangat saya sayangkan karena kita begitu mudahnya memvonis sesuatu tanpa benar benar kita faham apa sebenarnya yang terjadi.Memang secara jujur saya akui bahwa hal yang tidak saya sukai dithunder adalah karburatornya.Hal ini disebabkan karena saya adalah orang yang senang dengan karakter mesin yang ganas dan berakselerasi cepat .Tapi …pertanyaannya sekarang , berapa banyak para bikers atau pengendara yang seselera dengan saya ? tidak banyak khan ? Ada yang senang dengan iritnya namun ada pula yang senang dengan smooth atau lembutnya thunder .Jadi …saya rasa , sungguh suatu pemikiran yang dangkal bila kita memvonis thunder hanya gara gara kurang tahunya kita atau yang lebih parah karena iri dengan semakin banyaknya komunitas thunder atau karena fanatiknya kita terhadap suatu Brand.

Perlu diketahui bahwa karburator thunder bertype VM dan memiliki bentuk yang sama dengan karburator – karburator yang lain.Hanya saja ….karena bertype VM maka untuk akselerasi bawah kurang terasa gregetnya atau terasa lembut dalam akselerasi.Beda dengan Satria FU atau Scorpio yang menggunakan karburator yang sama namun bertype BS ,dimana akselerasi awal akan terasa menyentak atau padat.Namun konsekuensi dari hal tersebut tentu saja borosnya bahan bakar.Sekarang mau pilih mana ? lembut tapi irit atau berakselerasi cepat namun boros ?

Bila kita memilih yang irit namun lembut maka sebaiknya pakai saja karbu bawaannya.Agar dapat memberikan tambahan power diputaran bawah dan atas maka dapat mensettingnya dengan setting seperti pada Artikel Rahasia Thunder 125.

Namun bila kita memilih yang boros namun enak pada akselerasi bawah , maka dapat mengganti karburatornya dengan milik satria Fu atau milik GL Max atau GL 125.Bila ingin memakai karburator Yamaha King maka sebaiknya turunkanlah pilot jet dan main jetnya beberapa angka.

cv crburetor aalah setting langsam karburator:

Setting Spuyer
Karena lubang main air jet sudah gak standar lagi maka takaran campuran udara dan bahan bakar ikut berubah. Ukuran spuyer harus direvisi. "Ukuran pilot jet dipastikan turun Sementara main jet naik", ungkap Mad Icong, tuner tim road race La Vida.
Seberapa banyak perubahannya? "Pilot jet turun satu step. Jika sebelumnya 15, turunkan jadi 12,5. Sedang Main Jet bisa naik banyak, semisal dari 120, naikkan hingga sekitar 150", sebut Rosyid.
Untuk kenaikan Main Jet ini paling sip cek kondisi Elektrode busi. "Naikkan hingga warna busi muncul kecoklatan".

Guna Main Air Jet
Mengapa karburator vakum tidak responsif? Gak ada yang salah dengan hal ini, sebab pabrikan memilih karburator tipe CV untuk memberikan takaran campuran bahan bakar dan udara yang lebih pas buat mesin 4 Tak. Pas dalam artian konsumsi bahan bakar cenderung ditekan alias irit. Dan mesin pun bisa bereaksi halus.
Kenapa dibesarkan? "Lubang itu berfungsi buat mengontrol udara pada pencampuran bahan bakar dan udara untuk putaran menengah dan tinggi", jelas Rosyid.

Cara Setting Main Jet dan Pilot Jet Karburator

Banyak bikers yang tidak puas dengan setingan mesin dari pabrikan. Apalagi motor sudah dikorek maka main-jet dan pilot-jet karburator perlu di setting ulang.

Setingannya tergantung pada korekan motor masing-masing, yang penting bedakan rasa tarikan motor di mesin. Lakukan penyetelan gas dan angin secara tepat. Jika motor dicoba digeber atau gasfull terus tarikannya kurang maka setelan main jet kurang pas.

Coba naikan setelan 5 angka dulu. Setelah itu, coba tarik gas lagi. Jika pada tarikan gas yang tinggi masih ada jeda pada pasokan bensin atau masih mberebet, berarti main-jet masih kurang juga. Bisa naikan satu step lagi, atau jadi 7 atau 7,5 angka. Biasanya, untuk korekan harian kenaikan itu sudah cukup tinggi.

Sebaliknya, jika saat di gas malah terasa mbrebet di putaran atas. Itu artinya, kenaikan main-jet yang dilakukan terlalu besar dan harus diturunin. Selain mbrebet, setelan main kegedean maka akan berdampak bensin menjadi boros. Bensin terbuang dan tidak terbakar maksimal. Bisa dilihat di busi. Kalau cepat sekali hitam, berarti setelan main jet terlalu besar, ciri-ciri kondisi bisa dilihat pada tema busi.

Sementara untuk setelan pilot-jet karburator, coba hal ini. Nyalakan motor, jika motor susah hidup setelah dilakukan penyetelan atau bisa hidup tapi pada putaran bawah tampak seperti ada jeda atau kosongnya tarikan seperti bensin tidak jalan. Itu artinya pilot-jet tidak pas, perlu dinaikan.

Cara menaikkan juga bertahap. Sama seperti kenaikan main-jet, coba dinaikan 5 angka dulu, jika masih kurang bisa dinaikkan satu step lagi antara 5 sampai 7,5 angka. Tentu saja, tergantung karakter mesin msing-masing dan jenis karburator. Tapi biasanya setingan pilot dan main-jet karburator nggak sampai 10.

sebelumnya 

1 komentar:

  1. Sangat mantap gan... Tutorialnya sudah jelas. Ini bisa ane jadikan referensi kalau karbu banjir.
    Regard, Modifikasi Motor.

    BalasHapus