Kamis, 16 Januari 2014

masalah sistem ekonomi komando

Sistem ekonomi komando (terpusat atau terpimpin) adalah system ekonomi yang segala sesuatunya diatur oleh pemerintah pusat. Dalam hal ini pemerintah pusat memiliki kewenangan penuh untuk menentukan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi.

Sistem ekonomi komando dijalankan berdasarkan ajaran Karl Mark (1818-1883) yang tercantum dalam bukunya Das Kapital dan Manifesto Komunis. Menurut Karl Mark, dengan sistem ekonomi yang direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah pusat maka fungsi-fungsi produksi akan lebih efisien dibandingkan dengan sistem ekonomi bebas.\

Kelebihan sistem ekonomi komando adalah sebagai berikut:
a. Pemerintah pusat bertanggung jawab sepenuhnya terhadap jalannya perekonomian.
b. Pemerintah pusat yang menentukan jenis-jenis industri atau produksi.
c. Pemerintah mudah melakukan pengendalian dan pengawasan harga.
d. Distribusi barang-barang produksi diatur oleh pemerintah pusat.
e. Perekonomian relatif stabil dan jarang terjadi krisis.
f. Adanya pemerataan penerimaan pendapatan.


Ciri dari sistem ekonomi komando adalah :

1. Semua alat dan sumber-sumber daya dikuasai pemerintah
2. Hak milik perorangan tidak diakui
3. Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekonomian
4. Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah

Cirri-ciri system ekonomi terpusat :
a. Semua alat dan sumber produksi adalah milik Negara dan dikuasai Negara.
b. Segala kebijaksanaan perekonomian diatur oleh pemerintah.
c. Jenis-jenis pekerjaan dan pembagian kerjanya diatur oleh pemerntah.
3. Tidak jelas siapa yang pertama kali menggunakannya, namun VOC telah menggunakan sistem ini sebelum Karl Max mencetuskan. (1830-1870)

Kelemahan sistem ekonomi komando adalah sebagai berikut:
a. Inisiatif dan daya kreasi individu tidak berkembang karena segala kegiatan perekonomian ditentukan oleh pemerintah pusat.
b. Masyarakat tidak memiliki kebebasan untuk memiliki alat dan sumber daya ekonomi.
c. Tidak ada hak milik perseorangan kecuali barang-barang yang sudah dibagikan.
d. Kesulitan dalam menghitung kebutuhan masyarakat dan besarnya biaya kegiatan produksi secara terpusat

bedanya dengan sistem ekonomi tradisonal ;

Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional secara turun temurun dengan hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja.

Ciri dari sistem ekonomi tradisional adalah :

1. Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana

2. Hanya sedikit menggunakan modal

3. Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang)

4. Belum mengenal pembagian kerja

5. Masih terikat tradisi

6. Tanah sebagai tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran

Sistem ekonomi tradisional memiliki kelebihan sebagai berikut:

1. Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat, hubungan antar individu sangat erat

2. Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul

3. Tidak individualistis

Kelemahan dari sistem ekonomi tradisional adalah :

1. Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah

2. Mutu barang hasil produksi masih rendah Saat ini sudah tidak ada lagi negara yang menganut sistem ekonomi tradisional, namun di beberapa daerah pelosok, seperti suku badui dalam, sistem ini masih digunakan dalam kehidupan sehari – hari

+Rinal Purba 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar