Kamis, 16 Januari 2014

masalah lambung pada anak dan dewasa

Tepat Atasi Masalah Pencernaan Si Kecil Secara Alami Tanpa Efek Samping

Obat Infeksi Lambung Pada AnakObat infeksi lambung pada anak Jelly Gamat Gold G adalah sediaan setengah padat berbentuk jeli yang di kemas dalam botol. Di olah menggunakan mesin berteknologi canggih masa kini dan diawasi oleh para ahli di bidangnya, sehingga terjamin mutu dan kualitas kandungan zat berkahasiat di dalamnya. Bahan dasar pembuatan obat infeksi lambung pada anak Jelly Gamat Gold G adalah teripang spesies Golden Stichopus Variegatus yang merupakan jenis terbaik dari 1200 spesies di dasar samudra.

Mengapa Jelly Gamat Gold G sangat di rekomendasiakan para ahli sangat ampuh sebagai obat infeksi lambung pada anak??? Ini di karenakan pengobatan secara herbal nyaris tanpa efek samping, efektif menyembuhpenyakit infeksi lambung dari akarnya, mudah di dapat, harganya besahabat dan bebas toksin (zat kimia berbahaya bagi tubuh).

pada teripang yang menjadi bahan dasar pembuatan obat infeksi lambung pada anak Jelly Gamat Gold G di temukan zat Gamma Peptide yang tidak di temukan di jensi teripang yang lainnya, zat ini dapat menyembuhkan luka 3X lebih cepat dari biasanya. Selain itu, Kandungan asam lemak dan docosahexaenat (DHA) pada obat infeksi lambung pada anak Jelly Gamat Gold G sangat baik memperbaiki sel yang rusak dalam lambung, Zat ini bekerja dengan cara meregenerasi sel dengan cepat (cell growth factor). Itu terlihat ketika satwa laut itu terbelah, menyatu kembali, hanya dalam 9-90 hari. Oleh karena itulah luka dalam lambung yang menjadi sarang bekteri helicobacter pylori penyebab infeksi lambung dapat teratasi dengan mengkonsumsi obat lambung Jelly Gamat Gold G secara rutin dan teratur.

Pada teripang spesies Golden Stichopus Variegatus dalam obat infeksi lambung pada anak Jelly Gamat Gold G di temukan 25 komponen vitamin, 9 jenis karbohidrat, 10 jenis mineral, 59 jenis lemak, 5 jenis sterol, dan 19 jenis asam amino. Selain dapat menetralkan asam lambung dan membunuh bakteri penyebab infeksi lambung, obat infeksi lambung pada anak Jelly Gamat Gold G juga ampuh mengobati berbagai penyakit dan memelihara kesehatan tubuh secara alami. Terdaftar di badang POM dengan no registrasi BPOM RI TI 114645721.

MUNTAH ATAU GUMOH

Muntah atau emesis adalah keadaan dimana dikeluarkannya isi lambung secara ekspulsif atau keluarnya kembali sebagian besar atau seluruh isi lambung yang terjadi setelah agak lama makanan masuk kedalam lambung. Usaha untuk mengeluarkan isi lambung akan terlihat sebagai kontraksi otot perut.

Muntah pada bayi merupakan gejala yang sering kali dijumpai dan dapat terjadi pada berbagai gangguan. Dalam beberapa jam pertama setelah lahir, bayi mungkin muntah lendir, bahkan kadang-kadang disertai sedikit darah.

Muntah ini tidak jarang menetap setelah pemberian makanan pertama, suatu keadaan yang mungkin disebabkan adanya iritasi mukosa lambung oleh sejumlah benda yang tertelan selama proses kelahiran, jika muntahnya menetap pembilasan lambung dengan larutan garam fisiologis akan dapat menolongnya.

Refluks gastroesofagus adalah kembalinya isi lambung kedalam esofagus tanpa terlihat adanya usaha dari anak

Regurgitasi adalah bila bahan dari lambung tersebut dikeluarkan melalui mulut

Secara klinis kadang-kadang sukar dibedakan antara muntah, refluks dan regurgitasi. Muntah sering dianggap sebagai suatu mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan racun yang tertelan.

Gejala Ulkus Lambung


Perut nyeri, epigastrium klasik dengan keparahan yang berkaitan dengan makanan setelah sekitar 3 jam untuk mengambil makan (ulkus dodenum klasik lega oleh makanan, sedangkan ulkus lambung diperburuk oleh itu)
perut kembung dan kepenuhan
waterbrash
mual dan muntah berlebihan
kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan
hematemesis (muntah darah), hal ini dapat terjadi karena pendarahan langsung dari ulkus lambung, atau dari kerusakan esofagus dari muntah yang parah / melanjut
sering sendawa
wajah pucat, keringat dingin, pusing

Infeksi lambung pada anak
Perawatan berikut harus diterapkan:
� Rejimen pemberantasan lini pertama adalah sebagai berikut : triple terapi dengan PPI + amoksisilin + imidazol , atau PPI + amoksisilin + klaritromisin , atau garam bismuth + amoksisilin + imidazol , atau terapi sekuensial . Terapi sekuensial melibatkan terapi ganda dengan PPI dan amoksisilin selama 5 hari diikuti secara berurutan oleh 5 hari terapi triple ( PPI dengan klaritromisin dan metronidazol / tinidazol ) . Bahkan , rejimen ini dapat dianggap sebagai terapi quadruple disediakan secara berurutan . Hal ini berspekulasi bahwa penggunaan awal amoksisilin mengurangi beban bakteri dan memberikan perlindungan terhadap resistensi klaritromisin.
� pengujian kerentanan antibiotik untuk klaritromisin dianjurkan sebelum triple terapi berbasis klaritromisin di daerah / populasi dengan tingkat resistensi tinggi (> 20 % ) dari H pylori untuk klaritromisin .
� Disarankan durasi triple terapi 7-14 hari . Biaya , kepatuhan , dan efek samping harus diperhitungkan .
� Sebuah tes non-invasif yang dapat diandalkan untuk pemberantasan dianjurkan minimal 4-8 minggu setelah selesai terapi

Bila terapi lini pertama gagal, terapi lini kedua seagai berikut :
� Terapi Quadruple dengan PPI + metronidazol + amoksisilin + bismut . Terapi Quadruple adalah terapi lini kedua yang direkomendasikan dalam kebanyakan pedoman , namun rejimen ini rumit untuk dikelola . Selain itu, garam bismut tidak banyak tersedia.
� Terapi Triple dengan PPI + levofloxacin ( moksifloksasin ) + amoxicillin . Evaluasi rejimen menggunakan fluoroquinolones , termasuk levofloksasin , sebagai terapi lini kedua pada anak-anak terbatas . Dalam penelitian orang dewasa , rejimen ini tampaknya efektif .
Meskipun penelitian pada durasi terapi yang ideal untuk pengobatan lini kedua tidak meyakinkan , durasi terapi yang lebih lama sampai 14 hari dianjurkan .

Makanan seperti jus berry dan beberapa produk susu mungkin memiliki efek bakteriostatik sederhana pada H pylori. Dalam penelitian terbaru prospektif pada orang dewasa , penambahan vitamin C ke rejimen pengobatan H pylori amoksisilin , metronidazol , dan bismut secara signifikan dapat meningkatkan angka eradikasi H pylori.

Radang lambung atau lebih dikenal dengan sebutan gastritis adalah penyakit yang menyerang daerah lambung. Pada penderita radang lambung atau gastritis, dijumpai adanya suatu iritasi atau infeksi atau peradangan pada dinding mukosa lambung sehingga dinding lambung menjadi merah, bengkak, berdarah dan berparut atau luka. Selain luka pada dinding lambung, juga luka pada usus 12 jari.

Serangan pada lambung sendiri dapat bersifat akut atau kronis. Radang lambung yang kronis sering terjadi di kalangan orang tua dan penderita anemia. Hal ini sering dapat menimbulkan peradangan di seluruh lapisan dinding-dinding lambung.

Radang lambung dapat menyerang setiap orang dengan segala usia. Radang lambung dapat menimbulkan pendarahan (hemorrhagic gastritis) sehingga banyak darah yang keluar dan berkumpul di lambung, penderita akan muntah yang mengandung darah yang berwarna cokelat seperti kopi.

Pada penderita radang lambung akut, sering mengeluhkan adanya suatu gejala dengan perasaan lambung tak enak, kram perut, indigesti, nafsu makan berkurang, mual dan muntah. Gejala-gejala tersebut akan berlangsung dalam beberapa jam hingga beberapa hari.

Sedangkan pada penderita radang lambung kronis mempunyai gejala yang sama atau rasa tak nyaman yang ringan. Sering kali gejala tersebut menjadi samar-samar, seperti tidak toleran terhadap makanan berlemak atau pedas. Bahkan bisa saja bila terjadi serangan ringan akan dapat diatasi dengan makan.

Radang lambung atau lebih dikenal dengan sebutan gastritis adalah penyakit yang menyerang daerah lambung. Pada penderita radang lambung atau gastritis, dijumpai adanya suatu iritasi atau infeksi atau peradangan pada dinding mukosa lambung sehingga dinding lambung menjadi merah, bengkak, berdarah dan berparut atau luka. Selain luka pada dinding lambung, juga luka pada usus 12 jari.

Serangan pada lambung sendiri dapat bersifat akut atau kronis. Radang lambung yang kronis sering terjadi di kalangan orang tua dan penderita anemia. Hal ini sering dapat menimbulkan peradangan di seluruh lapisan dinding-dinding lambung.

Infeksi lambung dapat terjadi akibat dari kegiatan gesekan pada lambung. Gesekan akan lebih parah kalau lambung dalam keadaan kosong akibat makan tidak teratur yang pada akhirnya akan mengakibatkan pendarahan pada lambung. Gangguan lain pada lambung adalah gastritis atau peradangan pada lambung. Dapat pula apendiks terinfeksi sehingga terjadi peradangan yang disebut apendisitis. Kemudian, dinding lambung diselubungi mukus yang di dalamnya juga terkandung enzim. Jika pertahanan mukus rusak, enzim pencernaan akan memakan bagian-bagian kecil dari lapisan permukaan lambung sehingga menyebabkan infeksi lambung. Infeksi lambung menyebabkan berlubangnya dinding lambung sehingga isi lambung jatuh di rongga perut. Sebagian besar infeksi lambung ini disebabkan oleh infeksi bakteri jenis tertentu.

+Rinal Purba

sebelumnya 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar